Buka Hati, Lihat Dunia

HomeSabar laksana perahu, Ikhlas laksana dayung, dan bijaksana laksana Layar yang mengantar kita melintasi lautan Mar 8, 2007

VideoBawalah Diriku.wmvOct 8, '07 12:57 PM
for everyone
Mbak Rani Berhubung Hetty Koes ma Endang nya kabur....
cuma ninggalin gigi aja ya udadeh mbak mohon diterima apa adanya ajadeye
barangkali bisa membuat orang yang kangen ma mbak Rani jadi lebih tenang hidupnya............. dengerinnya sambil makan anggur ya mbak biar lebih mesra
yihade..........


Bawalah Diriku.wmv (3.5 MB)

VideoMelayang.wmvOct 6, '07 4:34 PM
for everyone
Mbak Lily Lagu Rindu Lukisannya jadi melayang-layang de ni....
Kalo mo cenyum2..... dengerin lagu ma liatin gayanya ebet aja mbak
Tulisannya jangan ye3x....


Melayang.wmv (4.3 MB)

VideoJanine.wmvOct 6, '07 3:15 PM
for everyone
Kenangan masih tersimpan, begitu manisnya kehdupan.............
Namun perjalanan masih panjang.... entah lah sampai kapan,
Yang terpenting jadikan sabar laksana perahu, Ikhlas laksana dayung, dan Bijaksana laksana Layar yang mengantar kita mengarumgi lautan...............
Teringat akan Serendepity Columbus........ berlayar mencari daratan hindia,
Tak menemukan............... namun mendaratlah dia diTanah harapan..........
Benua baru nan penuh kebahagian......


Janine.wmv (2.0 MB)

VideoRANIRINDU.wmvOct 6, '07 1:22 PM
for everyone
Oh ah ih uh eh oh.........
Kala hati ini rindu, wajahku menjadi sendu,
Haru biru, segalanya serasa kelabu,
Hatiku membeku bagai bongkah salju......
Enaknya..... di EMUT baedeye........
yehe yehe yeherehe...........


RANIRINDU.wmv (2.6 MB)

Photo AlbumMy Hero (1 photo)May 4, '07 6:53 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Dahulu kala, ada seorang raja di daerah Jawa yang sudah tua. Ia menyadari bahwa sudah dekat saatnya ia mencari pewaris kerajaannya. Ia tidak mewariskan kerajaannya itu kepada salah satu dari bawahannya ataupun anaknya, tetapi ia memutuskan untuk melakukan sesuatu hal yang berbeda.
Ia memanggil seluruh anak muda di seluruh kerajaannya. Ia berkata, "Sudah saatnya bagiku untuk mengundurkan diri dan memilih raja yang baru. Aku memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian."

Anak-anak muda itu terkejut! Tetapi raja melanjutkan,"Aku akan memberikan kalian masing-masing satu bibit hari ini. Satu bibit saja. Bibit ini sangat istimewa. Aku ingin kalian pulang, menanamnya, merawatnya dan kembali ke sini lagi tepat 1 tahun dari hari ini dengan membawa hasil dari bibit yang kuberikan hari ini. Kemudian aku akan menilai hasil yang kalian bawa, dan seseorang yang aku pilih akan menjadi raja negeri ini!"

Ada seorang anak muda yang bernama Tirton yang berada di sana pada hari itu dan ia, seperti yang lainnya, menerima bibit itu. Ia pulang ke rumah dan dengan antusias memberitahu ibunya tentang apa yang terjadi. Ibunya membantu Tirton menyediakan pot dan tanah untuk bercocok tanam, dan Tirton menanam bibit itu kemudian menyiraminya dengan hati-hati.
Setiap hari ia selalu menyirami, merawat bibit itu, dan mengamati apakah bibit itu tumbuh. Setelah beberapa minggu, beberapa dari anak muda itu mulai membicarakan mengenai bibit mereka dan tanaman yang telah mulai tumbuh. Tirton pulang ke rumah dan memeriksa bibitnya, tetapi tidak ada hasilnya.
Tiga minggu, 4, 5 minggu berlalu. Tetap tidak ada hasilnya. Sekarang ini, para anak muda memperbincangkan tentang tanaman mereka, tetapi bibit Tirton tetap belum tumbuh, dan ia mulai merasa seperti pecundang. Enam bulan berlalu, tetap belum tumbuh juga. Ia berpikir bahwa ia telah membunuh bibit itu. Setiap orang memiliki pohon dan tanaman yang tinggi, tetapi ia tidak memiliki apa-apa. Tirton tidak berkata apa-apa kepada temannya. Ia tetap menunggu bibitnya tumbuh.

Satu tahun berlalu sudah dan semua anak muda di seluruh kerajaan membawa tanaman mereka kepada raja untuk dinilai. Tirton putus asa dan tidak ingin pergi dengan membawa pot yang kosong. Tetapi ibunya memberinya semangat untuk pergi dan membawa potnya. Tirton harus jujur mengenai apa yang terjadi dengan bibit itu,saran ibunya. Tirton sadar bahwa saran ibunya benar. Dan ia pergi ke istana dengan membawa pot yang kosong. Ketika Tirton tiba, ia kagum melihat berbagai macam tanaman yang dibawa oleh teman-temannya yang lain. Semuanya indah, dalam ukuran dan bentuk. Tirton meletakkan pot yang kosong itu ke lantai dan banyak orang menertawainya. Beberapa merasa kasihan kepadanya.

Ketika raja datang, ia mengamati ruangan itu dan menyalami rakyatnya. Tirton berusaha untuk bersembunyi di bagian belakang. "Wah, betapa indahnya tanaman, pohon, bunga yang kalian bawa," kata raja. "Hari ini, salah seorang dari kalian akan ditunjuk menjadi raja selanjutnya!" Seketika, sang raja melihat Tirton di belakang ruangan dengan potnya yang kosong. Ia memerintahkan pengawalnya untuk membawa Tirton ke depan.
Tirton sangat ketakutan. "Sang raja tahu aku seorang pecundang! Mungkin ia akan memerintahkan aku untuk dihukum!" Ketika Tirton tiba di depan, sang raja menanyakan namanya. "Namaku Tirton," jawab Tirton. Semua orang menertawakannya.

Sang raja menenangkan situasi itu. Ia melihat Tirton, dan kemudian mengumumkan ke seluruh kerajaan, "Lihatlah, ini raja kalian yang baru! Namanya adalah Tirton!" Tirton tidak mempercayai apa yang barusan dikatakan raja. Ia bahkan tidak bisa membuat bibit itu tumbuh, mengapa ia bisa menjadi raja yang baru?
Kemudian sang raja berkata, "Satu tahun lalu, aku memberikan setiap orang sebuah bibit. Dan kukatakan kepada kalian untuk mengambilnya, menanamnya, dan merawatnya, kemudian membawanya kembali kepadaku hari ini. Tetapi aku memberikan kalian bibit yang sudah direbus sehingga tidak akan bisa tumbuh. Kalian semuanya, kecuali Tirton, membawakanku pohon, tanaman, bunga. Ketika kalian menyadari bahwa bibit itu tidak bisa tumbuh, kalian menukarkan dengan bibit lain. Hanya Tirton yang memiliki keberanian dan kejujuran untuk membawakanku sebuah pot kosong dengan bibitku di dalamnya. Maka demikian, ia yang akan menjadi raja yang baru."

Photo AlbumTitian Muhibah (1 photo)May 4, '07 6:42 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa. Entah karena apa mereka jatuh ke dalam suatu pertengkaran serius. Dan ini adalah pertama kalinya mereka bertengkar sedemikian hebat. Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan, saling meminjamkan peralatan pertanian, dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan. Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.

Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja. Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar. Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki. Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa. Suatu pagi, seseorang mengetuk rumah sang kakak. Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu. "Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan," kata pria itu dengan ramah. "Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan." "Oh ya!" jawab sang kakak. "Saya punya sebuah pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku, ...ah sebetulnya ia adalah adikku.

Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan buldozer lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami. Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku, tapi aku akan membalasnya lebih setimpal. Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya." Kata tukang kayu, "Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang." Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai kebutuhan dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.

Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang pertanian adiknya. Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.

Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar. "Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku." kata sang adik pada kakaknya. Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi. "Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu," pinta sang kakak.

"Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini," kata tukang kayu, "tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan."

MusicTemu KangenMay 4, '07 6:28 PM
for everyone
Bawain dong   

MusicKebangetan KangenMay 4, '07 4:49 AM
for everyone
Ndak Kuat Aku   
Murka yeah   
Hey4x   
Thats what friend a for   
Daraaaa   

MusicNyanyian RinduMay 2, '07 5:23 PM
for everyone
Kangen   
rinduku   
Dimana sih   

Photo AlbumWANITA DUHAI WANITA (6 photos)May 2, '07 4:36 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Sabda Sang Dewata :
Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi
seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang
dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak
dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-
orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan
kelelahan tanpa mengeluh "
"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap
keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "
"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya
dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi
hatinya "
"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami
yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji
kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa
ragu "
"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.
Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."
"Kau tahu:
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya,
sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."
"Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah
pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada."

Photo AlbumBANTAL KU (1 photo)May 2, '07 2:43 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Oh, betapa nikmatnya,.bahwa aku masih memiliki sebuah bantal yang bisa membantu serta menemaniku untuk menciptakan mimpi di malam hari! Setiap malam tiba, aku mengebas bantalku, menempatkannya dalam posisi yang enak buat menyanggah kepalaku untuk beristirahat, untuk berziarah menjelajahi segala kemungkinan di dunia mimpi.

Di siang hari, mungkin aku harus berhadapan dengan sejuta kekecewaan, sejuta kegagalan. Mungkin aku harus berhadapan dengan pengalaman yang membuatku seakan tak mampu berdiri dan bergerak maju. Mungkin aku harus berhadapan dengan orang yang memandangku dengan sorotan mata dingin. Mungkin karena salah paham, aku harus menerima penilaian yang tidak adil menurut pertimbanganku. Mungkin sepanjang hari aku diselimuti oleh sejuta kesibukan yang aku sendiri Ndak tahu mengapa dan untuk apa aku begitu sibuk, hingga seluruh badanku penat menanti liang lahat. Mungkin aku ditinggal sendiri ketika sebuah beban berat datang menindih. Namun, Alhamdulillah !!!
Sekurang-kurangnya aku masih memiliki sebuah bantal untuk dipeluk.

Bantalku.... Kamu menyimpan semua rahasia mimpiku untuk dunia masa datang. Kamu dengan tabah dan setia mendampingiku saat kemelut bathin datang mencekam. Kamu eela menampung semua butir air mataku yang pernah bergulir jatuh. Kamu seakan tangan malaikat yang penuh kasih, mengeringkan air mata yang masih tersisa di pipiku. Kamu begitu tenang sayang, tanpa kata, kamu setia menerimaku apa adaku untuk secara tenang dan nyaman memberikan seluruh diri beristirahat di malam hari.

Terima kasih bantalku!!! Kendati segala kemelut silih berganti datang di hari ini, namun bila masih ada engkau menemani aku menciptakan mimpi untuk hari esok, dan aku percaya bahwa hari esok merupakan hari baru yang diwarnai oleh sejuta keindahan sejati.

MusicAlbum ReligiusMay 2, '07 2:13 PM
for everyone
Ampunilah aku   

Photo AlbumTemukan Keindahan Dalam Pengorbanan (1 photo)Apr 30, '07 5:11 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Musim hujan sudah berlangsung selama dua bulan sehingga dimana-mana pepohonan tampak menjadi hijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau yang bergoyang-goyang diterpa angin. " Apa Khabar daun hijau,"!! katanya. Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang. "Oo,.........kamu ulat. Badanmu kelihatan kecil dan kurus, mengapa?" tanya daun hijau." Aku hampir tidak menda- patkan dedaunan untuk makananku". " Bisakah engkau membantuku sobat?" kata ulat kecil. "Tentu..tentu..mendekatlah kemari." Daun hijau berpikir, Jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini
untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku akan kelihatan belu- bang-lubang. tapi tak apalah. Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan itu, ada rasa puas didalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlobang disana sini namun ia bahagia bisa melakukan bagi ulat kecil yang lapar. Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ketanah, disapu orang dan dibakar.

Apa yang terlalu berarti di dalam hidup kita sehingga kita enggan berkorban sedikit saja bagi sesama ? Tokh akhirnya semua yang ada akan binasa. Daun hijau yang baik mewakili orang-orang yang masih mempunyai "hati" bagi sesamanya. Yang tidak menutup mata ketika melihat sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah-olah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri. Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak mudah, tetapi indah. Ketika berkorban, diri kita sendiri menjadi seperti daun yang berlobang namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap hijau, Allah akan tetap memberkati dan memelihara kita. Bagi "daun hijau" , berkorban merupakan satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai daun hijau. Suatu hari ia akan kering dan jatuh. Demikianlah hidup kita, hidup ini hanya sementara kemudian kita akan mati. itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan baik : kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan hati.

Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membawa kebahagian tersendiri bagi kita. Dalam banyak hal kita bisa berkorban. mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi mereka, memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi pengorbanan yang bisa dilakukan

ddd
dThumbnaild
ddd
M A C A N

Ketika mentari menarik kembali sinarnya dari taman dan bulan memainkan jemari diatas mahkota kembang2 Aku duduk seorang diri diatas pohon , merenungi suasana alam sambil menerawangkan pandang ke tamasya malam melalui celah2 dahan pada tebaran bintang di kubah langit yg berkedipan cemerlang.

Tiba2 kudengar gemeresek langkah menyibak rerumputan . Kuamati dengan tajam dan tampak oleh Ku seorang perjaka tua paimin dengan pembantu tetangga sebelahnya menuju ketempat ku , bergandengan tangan. Meraka duduk dalam naunngan pohan dibawah ku smentara mereka tidak dapat melihat diriku. Sesudah Paimin menengok kekiri dan kanan, dia berkata “Duduklah lebih dekat sayang kebahagianmu adalah lambang masa depan kita, bergairahlah sebab hari2 gemilang bersuka cita bersama kita. Seraya Paimin merangkul pundak kasihnya kemudian , kemudian terdengar teriakan genit dari sang pembatu “Jangan dong Macan” oh rupanya panggilan kesayangannye Paimin macan. Macan nie ye.........

Makin lama Paimin makin garang hanya gerakan brutal Paimin dan teriakan genit kekasinya. Terakhir kali yang hampir mengakibat Aku hampir2 jatuh dari pohon adalah teriakan macan yang terputus-putus smakin lama smakin melemah. Macan macan macan macan macan macan macan.

Tak lama kemudian kulihat mereka bangkit dan berjalan menginjakkan kaki diatas bunga2an . Sementara mereka hilang dari pandangan, kulanjutkan dan membuat perbandingan antara cinta kasih dan nafsu, serta menelaah kedudukannya dalam perasaan. Nafsu sumber cinta yg tidak tulus, awal mula cahaya palsu, dan nafsu sumur air yang berbisa sebab musabab derita masa tua.

Sedang aku masih hanyut dalam pengembaraan di sahara luas alam renungnan, spanjang kekasih laksana bayangan malam yg mengesankan atas rerumputan, seorang perjaka tua dan pembantu tetangga sebelahnya telah meninggalkan pohon, tempat yang sejuk dan sunyi itu.

Beberapa waktu berlalu dalam keheningan bisu, dan kudengarlah kata2 yang dituturkan dengan nada sendu dari bibir yg pecah2 didera cuaca yg menggebu.

Jangan menagis, kekasih hatiku, cinta membuka mata kita dan menguasai hati ini, dapat pula memberi kesejukan kesabaran.

Tenanglah hati, menghadapi penundaan ini karena sumpah tlah kita ikrarkan dan mahligai cinta tlah kita masuki. Cinta kita bakal tumbuh senantiasa dalam jarak yg memisahkan kita. Demi cintalah kita menahan himpitan kemiskinan dan kepedihan derita, kehampaan rasa dalam perpisahan. Akan kutanggulangi segala cobaan ini sampai menang, dan meletakkan ke dalam tanganmu sesuatu daya kekuatan yang bakal menunjang kita mengatasi sgala rintangan demi pencapaian tujuan hidup.

Setengah putus asa Sang betina berucap ”Bukan apa2 Mas, Aku sudah terlambat 2 bulan akibat macan Mas”. Paimin terkejut bukan kepalang. Seolah ingin melepaskan diri dari tanggung jawab Paimin berucap “ Ya sudah dik kalau yang itu sih kita serahkan saja sama yang DIATAS”

Bagai halilintar menyambar petir bergelegar, gemetar, memancar cahya kemarahan hati . Aku teriak dari atas pohon “Enak saja kau Paimin, Aku cuma mengamati saja masa akibatnya harus kutanggung”.





MusicNew Music 5Apr 27, '07 11:35 PM
for everyone
Kaulah Segalanya   

MusicNew Music 4Apr 25, '07 8:52 AM
for everyone
Pesennye Jin   

MusicPhillApr 25, '07 7:33 AM
for everyone
Ndak caya   

Photo Albumhai (1 photo)Apr 3, '07 1:11 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

MusicNew MusicApr 3, '07 1:05 AM
for everyone
Salam Sayang   

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help
Template design Copyright © 2005 Jeff Miller